Detak Jantung Istirahat Rendah, Apakah Selalu Menandakan Jantung Sehat?

Detak jantung istirahat dapat berbeda pada setiap orang. Angka rendah bisa ditemukan pada atlet, tetapi gejala seperti pusing, sesak napas, atau nyeri dada perlu mendapat perhatian medis.

Ilustrasi pemeriksaan detak jantung untuk mengetahui kondisi kesehatan. (Foto: Ilustrasi, sesuaikan dengan sumber foto yang digunakan)

JAKARTA, JurnalisKeadilan.com – Detak jantung saat beristirahat atau resting heart rate (RHR) kerap menjadi perhatian masyarakat, terutama mereka yang rutin memantau kondisi tubuh melalui jam pintar atau perangkat kesehatan lainnya.

Namun, angka RHR yang rendah tidak selalu berarti seseorang memiliki kondisi jantung yang lebih sehat. Penilaiannya perlu mempertimbangkan usia, kebugaran, aktivitas, kondisi kesehatan, serta gejala yang dialami.

Dalam pemberitaan TribrataNews pada 16 Oktober 2026, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Vito A. Damay menjelaskan bahwa detak jantung istirahat berkaitan dengan kondisi tubuh dan risiko penyakit kardiovaskular.

Secara umum, detak jantung orang dewasa saat beristirahat berkisar 60–100 kali per menit. Pada orang yang rutin melakukan latihan aerobik atau atlet, angkanya dapat lebih rendah karena jantung beradaptasi dengan aktivitas fisik.

Detak jantung juga bisa melambat ketika seseorang tidur. Karena itu, angka yang terlihat pada perangkat pemantau kesehatan perlu dipahami sesuai keadaan saat pengukuran dilakukan.

Meski demikian, detak jantung yang lambat perlu diperhatikan apabila disertai gejala seperti pusing, lemas, kelelahan yang tidak biasa, sesak napas, nyeri dada, atau hampir pingsan.

Jika gejala tersebut muncul, terutama nyeri dada, sesak napas berat, atau kehilangan kesadaran, segera cari pertolongan medis. Jangan hanya mengandalkan angka pada jam pintar untuk menilai kondisi jantung.

Informasi mengenai detak jantung istirahat dapat menjadi pengingat untuk menjaga kebugaran dan memantau kesehatan. Namun, pemeriksaan tenaga medis tetap diperlukan apabila terdapat keluhan atau perubahan kondisi yang mengkhawatirkan.

Sumber: TribrataNews, Ramai Pamer RHR Rendah, Apakah Tanda Jantung Lebih Sehat?, 16 Oktober 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *