TANGERANG, — Proyek pembangunan drainase senilai Rp. 583.617.000 yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang menjadi sorotan warga Desa Pagenjahan, Kecamatan Kronjo. Kabupaten Tangerang.” Jum’at 25/09/2026
Warga mempertanyakan kualitas dan kerapian hasil pekerjaan lantaran pemasangan drainase di sejumlah titik dinilai tidak lurus, terdapat bagian yang rendah dan tinggi, serta ditemukan bagian yang terlihat renggang.
Kondisi tersebut bahkan membuat warga mengibaratkan jalur drainase yang terpasang seperti ular.
Keluhan itu disampaikan warga saat ditemui di lokasi pada 24 September 2026. Warga mengaku sebenarnya menyambut baik pembangunan drainase karena selama ini persoalan genangan air kerap mengganggu lingkungan permukiman ketika musim hujan.
“Iya, kami berterima kasih kepada Pak Lurah karena kalau musim hujan air banjir ke depan rumah. Tapi setelah direalisasikan drainase, kok pemasangannya berantakan. Ada yang rendah, ada yang tinggi dan ada yang longgar,” ujar Sapiyah, warga setempat.
Pantauan ifakta.co di lokasi menunjukkan terdapat bagian pekerjaan drainase yang dikerjakan dalam kondisi terdapat genangan air. Selain itu, pada sejumlah titik juga terlihat pemasangan yang menurut warga kurang rapi dan perlu mendapat perhatian dari pihak terkait.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai metode pelaksanaan pekerjaan, termasuk apakah pemasangan telah mengikuti spesifikasi teknis dan petunjuk pelaksanaan yang ditetapkan dalam pekerjaan.
“Kalau memang menggunakan anggaran pemerintah, kami berharap hasilnya jangan asal jadi. Kami ingin drainase ini benar-benar berfungsi dan tahan lama,” ungkap warga lainnya.
Sorotan warga tidak hanya terkait hasil pemasangan. Pengawasan di lapangan juga dipertanyakan. Saat pantauan dilakukan, pengawas proyek maupun petugas pengaturan lalu lintas (lalin) disebut tidak terlihat di lokasi.
Padahal, keberadaan pengawas diperlukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi serta menjaga aktivitas masyarakat tetap aman dan nyaman selama proses pembangunan berlangsung.
Kepala Bidang Drainase DBMSDA Kabupaten Tangerang, Yawan, saat dikonfirmasi terkait teknis dan petunjuk pelaksanaan pemasangan drainase tersebut belum memberikan penjelasan mengenai keluhan warga maupun kondisi pekerjaan di lapangan.
Warga pun meminta DBMSDA Kabupaten Tangerang tidak tinggal diam. Mereka berharap pihak dinas turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan, terutama menyangkut elevasi, kerapian sambungan, metode pemasangan, dasar pekerjaan, serta kesesuaian hasil pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan kontrak.
Sebab, proyek senilai ratusan juta rupiah tersebut menggunakan uang rakyat melalui APBD Kabupaten Tangerang. Warga berharap anggaran tersebut menghasilkan infrastruktur yang berkualitas, bukan pekerjaan yang justru menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, masih membuka ruang bagi pihak DBMSDA Kabupaten Tangerang maupun pelaksana proyek untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi terkait pekerjaan drainase tersebut.
Akhmad




