Komdigi Siapkan 4 BTS Bergerak dan Amankan 250 Frekuensi untuk MotoGP Mandalika 2026

Meutya Hafid memastikan kesiapan infrastruktur komunikasi untuk mendukung keselamatan balapan, operasional tim, siaran internasional, dan layanan telekomunikasi bagi penonton.

Avatar photo
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid didampingi Staf Khusus Menteri Alfreno Kautsar Ramadan meninjau kesiapan layanan frekuensi menjelang MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Ahmad Tri Hawaari/Komdigi)

LOMBOK TENGAH, JurnalisKeadilan.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyiapkan dukungan infrastruktur komunikasi untuk penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

Dukungan tersebut meliputi pengamanan lebih dari 250 kebutuhan frekuensi radio dan penyediaan empat Base Transceiver Station (BTS) bergerak. Kesiapan ini ditujukan untuk menunjang komunikasi tim balap, operasional penyelenggara, keselamatan perlombaan, penyiaran internasional, serta layanan telekomunikasi bagi penonton.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meninjau langsung kesiapan sistem komunikasi di kawasan sirkuit pada Kamis, 8 Oktober 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kebutuhan komunikasi teknis dapat berfungsi dengan baik selama ajang balap internasional tersebut berlangsung.

Meutya menyampaikan bahwa MotoGP Mandalika merupakan ajang internasional yang membawa nama Indonesia ke panggung dunia. Karena itu, dukungan komunikasi perlu dipastikan siap untuk menunjang keselamatan pembalap, kelancaran operasional, dan kenyamanan masyarakat.

Ratusan Kebutuhan Frekuensi Disiapkan

Komdigi melalui Direktorat Pengendalian Infrastruktur Digital bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Mataram melakukan pengawasan penggunaan frekuensi radio.

Pengawasan tersebut bertujuan mencegah interferensi atau gangguan antarsistem komunikasi yang dapat memengaruhi operasional perlombaan dan kebutuhan teknis lainnya.

Frekuensi radio digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk komunikasi tim balap, pengendalian perlombaan, sistem keselamatan di lintasan, serta kebutuhan produksi dan distribusi siaran.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sekaligus Vice Chairman MotoGP 2026, Ananda Mikola, menjelaskan bahwa frekuensi radio juga mendukung pengiriman data teknis dari sepeda motor balap.

Data mengenai mesin, ban, suspensi, serta penggunaan gas dan rem menjadi bagian dari informasi yang dipantau tim teknis untuk menganalisis performa kendaraan.

Selain itu, komunikasi antara pengendali balapan atau race control dan petugas lintasan diperlukan agar informasi terkait insiden serta tindakan keselamatan dapat disampaikan dengan cepat.

Ananda mengapresiasi dukungan teknis Komdigi dalam mempersiapkan kebutuhan frekuensi untuk penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.

Empat BTS Bergerak Perkuat Jaringan

Selain pengelolaan frekuensi, Komdigi berkoordinasi dengan operator seluler untuk menyiapkan empat BTS bergerak di kawasan sirkuit.

Infrastruktur tersebut disiapkan guna menambah kapasitas layanan telekomunikasi, terutama ketika jumlah pengunjung meningkat selama penyelenggaraan balapan.

Dalam siaran persnya, Komdigi menyebut jumlah penonton yang diperkirakan hadir selama acara dapat mencapai 200 ribu orang. Kondisi tersebut membutuhkan dukungan jaringan yang memadai agar masyarakat tetap dapat mengakses layanan komunikasi.

Meutya menegaskan pemantauan akan terus dilakukan selama penyelenggaraan MotoGP untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan frekuensi maupun kendala layanan telekomunikasi.

Menurutnya, kesiapan infrastruktur pendukung menjadi salah satu unsur penting dalam menyelenggarakan ajang internasional dengan aman dan lancar.

Komdigi berharap dukungan frekuensi radio dan jaringan telekomunikasi dapat membantu kelancaran balapan, mendukung siaran internasional, serta memberikan kenyamanan bagi penonton yang hadir langsung di Sirkuit Mandalika.

Sumber: Siaran Pers Resmi Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, 8 Oktober 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *