KRONJO, JURNALISKEADILAN.COM — Kondisi Sungai Cipasilian yang melintasi Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, menjadi perhatian setelah alirannya dilaporkan tertutup eceng gondok sepanjang kurang lebih 2 kilometer. Kondisi tersebut dikhawatirkan menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir ketika curah hujan tinggi.
Hamparan eceng gondok yang menutupi permukaan sungai menjadi persoalan lingkungan yang membutuhkan perhatian. Jika tidak ditangani, pertumbuhan tanaman air tersebut berpotensi mengganggu kelancaran aliran, terutama apabila disertai pendangkalan atau penyempitan pada bagian sungai tertentu.
Kondisi ini memunculkan desakan agar pemerintah daerah tidak menunda pemeriksaan lapangan. Penanganan diperlukan untuk memastikan penyebab terganggunya aliran sungai sekaligus menentukan langkah yang tepat sebelum risiko meningkat pada musim hujan.
Kades Cirumpak Minta Dinas Terkait Turun ke Lapangan
Kepala Desa Cirumpak, H. Ridwan, meminta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang meninjau langsung kondisi Sungai Cipasilian dan mengambil langkah sesuai kewenangannya.
Ia mengkhawatirkan kondisi sungai tersebut apabila dibiarkan hingga curah hujan meningkat.
“Kami berharap Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi Sungai Cipasilian. Sepanjang kurang lebih 2 kilometer aliran sungai tertutup eceng gondok. Kami khawatir, apabila tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir saat curah hujan tinggi,” tegas H. Ridwan.
Menurutnya, penanganan perlu dilakukan sebelum hujan dengan intensitas tinggi terjadi. Pembersihan eceng gondok, pemeriksaan kondisi aliran sungai, serta evaluasi kemungkinan pendangkalan perlu dipertimbangkan berdasarkan hasil peninjauan teknis.
Pemerintah Desa Cirumpak juga berharap koordinasi antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan perangkat daerah terkait dapat dilakukan agar penanganan berjalan terarah.
Jangan Tunggu Air Meluap, Pemeriksaan Sungai Perlu Diprioritaskan
Persoalan Sungai Cipasilian bukan sekadar keberadaan eceng gondok di permukaan air. Kondisi tersebut perlu diperiksa secara menyeluruh untuk mengetahui sejauh mana pertumbuhan tanaman air memengaruhi aliran sungai dan apakah terdapat faktor lain yang dapat meningkatkan risiko luapan.
Pemeriksaan sejak dini penting agar langkah penanganan tidak hanya bersifat sementara. Pembersihan tanaman air perlu disertai evaluasi kondisi sungai sehingga upaya yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Pemerintah daerah melalui instansi yang berwenang diharapkan memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut. Survei lapangan, pembersihan eceng gondok, serta evaluasi kapasitas aliran sungai dapat menjadi langkah awal berdasarkan hasil pemeriksaan teknis.
H. Ridwan menegaskan bahwa pemerintah desa berharap penanganan dilakukan sebelum masyarakat terdampak.
“Kami tidak ingin menunggu banjir datang baru dilakukan penanganan. Lebih baik kita bergerak sekarang, sebelum masyarakat merasakan dampak yang lebih besar. Sungai harus dijaga dan dipelihara bersama agar aliran air tetap lancar dan warga merasa lebih aman menghadapi musim hujan,” tegasnya.
Masyarakat Desa Cirumpak berharap kondisi Sungai Cipasilian segera mendapat perhatian dari instansi terkait. Respons dan tindak lanjut pemerintah daerah diperlukan untuk memastikan kondisi sungai dapat ditangani sesuai tingkat urgensinya serta membantu mengurangi risiko banjir di wilayah sekitar.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan mengenai hasil peninjauan teknis ataupun rencana penanganan dari instansi terkait. JurnalisKeadilan.com membuka ruang bagi pihak terkait untuk menyampaikan penjelasan dan perkembangan penanganan Sungai Cipasilian.
JurnalisKeadilan.com — Mengungkap Fakta




