Daerah  

Kekeringan Mengancam Kota Tangerang, Dua Kecamatan Jadi Perhatian

Avatar photo

 

Warga mengambil air bersih bantuan BPBD di Karangan Tangerang Selatan (Foto MI/Media Indonesia)

 

TANGERANG, JurnalsiKeadilan.com – Kondisi kekeringan mulai menjadi perhatian di Kota Tangerang, Banten. Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Kecamatan Tangerang dan Kecamatan Benda termasuk wilayah yang perlu mendapat perhatian terkait kondisi kekeringan.

 

Pemetaan tersebut mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dalam pembaruan peringatan dini kekeringan meteorologis Dasarian III September 2026, Kabupaten Tangerang tercatat berada dalam kategori Awas.

 

Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan pihaknya telah menyiapkan pasokan air bersih untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.

 

Setiap hari, sekitar 5.000 liter air bersih disiapkan untuk memenuhi permintaan warga. Bantuan tersebut disalurkan berdasarkan laporan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

 

Warga yang membutuhkan bantuan air bersih dapat menyampaikan permohonan melalui sejumlah kanal layanan Pemerintah Kota Tangerang, di antaranya kanal LAKSA pada aplikasi Tangerang LIVE, layanan darurat 112, maupun hotline BPBD Kota Tangerang.

 

Laporan yang masuk selanjutnya akan diverifikasi oleh petugas untuk memastikan kebutuhan dan lokasi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

 

Warga Diminta Bijak Menggunakan Air

Kondisi kekeringan membuat ketersediaan air menjadi perhatian, khususnya bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.

 

Masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan segera menyampaikan laporan apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

 

Langkah penyaluran air bersih tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama periode kemarau.

 

Kondisi kekeringan juga perlu diantisipasi karena dapat berlangsung hingga periode tertentu sesuai perkembangan cuaca dan curah hujan. BMKG sendiri masih memantau perkembangan kondisi kekeringan meteorologis di berbagai wilayah Indonesia.

 

Sumber: Media Indonesia dan BMKG, diolah kembali oleh Jurnalis Keadilan berdasarkan informasi yang dipublikasikan pada 24 September 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *